My Family

My Family
Palembang, Mei 2013

Kamis, 07 Mei 2009

M.Khuarizmi Syarfi Mannan & Nurhazhiyah Mardhita Lukman


Oktober 2002, tanggal 19 aku dilahirkan oleh Bundaku Nani di Palembang. TK-ku di Aisyah Balayudha PalembangKini aku duduk di kelas I SD Azzahra Palembang, sebentar lagi aku naik ke kelas II insaallah. Rumahku di Lunjuk Jaya.. itu lho tidak jauh dari Universita Sriwijaya. Bunda dan Ayaku selalu menyayangi aku dan ayukku. Ayukku bernama Nurhazhiyah Mardhita Lukman, dia sekolah kelas III SD Muhammadiyah 14 Palembang, dan sebentar lagi naik kelas seperti aku. Ayukku suka sekali main pianika dan tergabung dengan Drum Band SD Muahammadiyah 14 Palembang. Aya, bunda, ayuk dhita, dan mang Yoi rajin sekali mengajari aku, katonyo biar pintar dan menjadi orang sukses.
Aku dan Ayuk Dhita senang sekali jalan-jalan, apalagi kalau sama Bunda dan Aya...pasti ada aja mainan buat kami, kadang kami makan bersama. Oya..teman-teman sudah pasti tau ya dimana tempat jalan-jalan & makan yang enak-enak.



SISTEM PERKEMIHAN

Oleh: Ns.Lukman,SKep,MM
 

Pengertian

Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjdinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh larut dlam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).

 

Susunan Sistem Perkemihan

Sistem perkemihan terdiri dari: a) dua ginjal (ren) yang menghasilkan urin, b) dua ureter  yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih), c) satu vesika urinaria (VU), tempat urin dikumpulkan, dan d) satu urethra, urin dikeluarkan dari vesika urinaria.

 

Ginjal (Ren)

Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke-3. Bentuk ginjal seperti biji kacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya lobus hepatis dexter yang besar.

 

Fungsi ginjal

Fungsi ginjal adalah a) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun, b) mempertahankan suasana keseimbangan cairan, c) mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh, dan d) mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan amoniak.

 

Fascia Renalis terdiri dari:

Fascia renalis terdiri dari a) fascia (fascia renalis), b) Jaringan lemak peri renal, dan c) kapsula yang sebenarnya (kapsula fibrosa), meliputi dan melekat dengan erat pada permukaan luar ginjal

 

Struktur Ginjal

Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula fibrosa, terdapat cortex renalis di bagian luar, yang berwarna cokelat gelap, dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna cokelat lebih terang dibandingkan cortex.  Bagian medulla berbentuk kerucut yang disebut pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis.

 

Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu masuknya pembuluh darah, pembuluh limfe, ureter dan nervus.. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalis majores yang masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices renalis minores.

 

Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal. Diperkirakan ada 1 juta nefron dalam setiap ginjal. Nefron terdiri dari : Glomerulus, tubulus proximal, ansa henle, tubulus distal dan tubulus urinarius.

 

Proses pembentukan urin

Tahap pembentukan urin

1.      Proses Filtrasi ,di glomerulus

      terjadi penyerapan darah, yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowmen yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat, bikarbonat dll, diteruskan ke  tubulus ginjal. cairan yang di saring disebut filtrate gromerulus.

2.      Proses Reabsorbsi

      Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa, sodium, klorida, fospat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator reabsorbsi) di tubulus proximal.  sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papilla renalis.

3.      Proses sekresi.

      Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar.

 

Pendarahan

Ginjal mendapatkan darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria renalis, arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Arteri renalis bercabang menjadi arteria interlobularis kemudian menjadi arteri akuarta. Arteri interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi arteriolae aferen glomerulus yang masuk ke gromerulus. Kapiler darah yang meninggalkan gromerulus disebut arteriolae eferen gromerulus  yang kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena cava inferior.

 

Persarafan Ginjal

Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus renalis(vasomotor). Saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal.

 

Ureter

Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria. Panjangnya ± 25-30 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis.

Lapisan dinding ureter terdiri dari:

1.      Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)

2.      Lapisan tengah lapisan otot polos

3.      Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa

Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltic yang mendorong urin masuk ke dalam kandung kemih.

 

Vesika Urinaria (Kandung Kemih)

Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi). letaknya d belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul. Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.

 

Dinding kandung kemih terdiri dari:

1.      Lapisan sebelah luar (peritoneum).

2.      Tunika muskularis (lapisan berotot).

3.      Tunika submukosa.

4.      Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam).

 

Uretra

Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan air kemih ke luar.

Pada laki-laki panjangnya kira-kira 13,7-16,2 cm, terdiri dari:

1.      Urethra pars Prostatica

2.      Urethra pars membranosa ( terdapat spinchter urethra externa)

3.      Urethra pars spongiosa.

Urethra pada wanita panjangnya kira-kira 3,7-6,2 cm (Taylor), 3-5 cm (Lewis). Sphincter urethra terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan urethra disini hanya sebagai saluran ekskresi.

Dinding urethra terdiri dari 3 lapisan:

1.      Lapisan otot polos, merupakan kelanjutan otot polos dari Vesika urinaria. Mengandung jaringan elastis dan otot polos. Sphincter urethra menjaga agar urethra tetap tertutup.

2.      Lapisan submukosa, lapisan longgar mengandung pembuluh darah dan saraf.

3.      Lapisan mukosa.

 

Urin (Air Kemih)

 

Sifat fisis air kemih, terdiri dari:

1.      Jumlah ekskresi dalam 24 jam ± 1.500 cc tergantung dari pemasukan (intake) cairan dan faktor lainnya.

2.      Warna, bening kuning muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.

3.      Warna, kuning tergantung dari kepekatan, diet obat-obatan dan sebagainya.

4.      Bau, bau khas air kemih bila dibiarkan lama akan berbau amoniak.

5.      Berat jenis 1,015-1,020.

6.      Reaksi asam, bila lama-lama menjadi alkalis, juga tergantung dari pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam).

 

Komposisi air kemih, terdiri dari:

1.      Air kemih terdiri dari kira-kira 95% air.

2.      Zat-zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein, asam urea, amoniak dan kreatinin.

3.      Elektrolit,  natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fospat dan sulfat.

4.      Pagmen (bilirubin dan urobilin).

5.      Toksin.

6.      Hormon.

 

Mikturisi

Mikturisi ialah proses pengosongan kandung kemih setelah terisi dengan urin. Mikturisi melibatkan 2 tahap utama, yaitu:

1.      Kandung kemih terisi secara progresif hingga tegangan pada dindingnya meningkat melampaui nilai ambang batas (Hal ini terjadi bila telah tertimbun 170-230 ml urin), keadaan ini akan mencetuskan tahap ke 2.

2.      adanya refleks saraf (disebut refleks mikturisi) yang akan mengosongkan kandung kemih.

Pusat saraf miksi berada pada otak dan spinal cord (tulang belakang) Sebagian besar pengosongan di luar kendali tetapi pengontrolan dapat di pelajari "latih". Sistem saraf simpatis : impuls menghambat Vesika Urinaria dan gerak spinchter interna, sehingga otot detrusor relax dan spinchter interna konstriksi. Sistem saraf parasimpatis: impuls menyebabkan otot detrusor berkontriksi, sebaliknya spinchter relaksasi terjadi  MIKTURISI (normal: tidak nyeri).

.

Ciri-Ciri Urin Normal

1.      Rata-rata dalam satu hari 1-2 liter, tapi berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk.

2.      Warnanya bening oranye tanpa ada endapan.

3.      Baunya tajam.

4.      Reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6.

 

Bahan Bacaan

Guyton dan Hall. 2007. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN Edisi II. Jakarta: EGC

Pearce, Efelin C. 2006. Anatomi dan fisiologi untuk paramedic Jakarta:  PT Gramedia Pustaka Utama

Syaifuddin. 1997. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta: EGC

Snell, Richard S. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta: EGC

 

 
 

NILAI UTS KMB III D III KEPERAWATAN STIKES X PALEMBANG

NO
NAMA
NIM
BENAR
NILAI
KET
1
Sepri Adi
02.07.874
 
90
 
2
Yuliani
02.07.881
 
90
 
3
Wenti Kumala S
02.07.878
 
90
 
4
Aminullah
02.07.835
 
90
 
5
Eggy Perdana
02.07.743
 
90
 
6
Ruli Bahtiar
02.07.871
 
90
 
7
Agustus
02.07.832
 
80
 
8
Rike Elvera
02.07.870
 
80
 
9
Ita Apriani
02.07.8XX
 
80
 
10
Dedi
02.07.8XX
 
80
 
11
Heryani
02.07.853
 
70
 
12
Anggi Oxtariansyah
02.07.837
 
70
 
13
Reny Fenriani
02.07.866
 
70
 
14
Utika Trijanwartina
02.07.876
 
70
 
15
Habsan Farobby
02.07.852
 
70
 
16
Rina Maryana
02.07.869
 
60
 
17
Desi Sugiyanti
02.07.844
 
60
 
18
Yeni Afriyani
02.07.879
 
60
 
19
Kurdiansyah
02.07.856
 
60
 
20
Ogawandra
02.07.863
 
60
 
21
Listika Sari
02.07.857
 
60
 
22
Reni Yenita
02.07.867
 
60
 
23
Samaria Juwita
02.07.872
 
60
 
24
Putri S
02.07.865
 
50
 
25
Verra Setiani
02.07.877
 
50
 
26
Opi Yolanda
02.07.864
 
50
 
27
Linda Marlina
02.07.8XX
 
50
 
28
Harmita
02.07.851
 
50
 
29
Atri Dayanti
02.07.840
 
40
 
30
Rince Yunita
02.07.868
 
40
 
31
Cici Oktarina
02.07.841
 
40
 
32
Eka Pranita
02.07.848
 
40
 
33
Ice Pipiana
02.07.854
 
40
 
34
Nadisa Rani
02.07.862
 
40
 
35
Yupi Darlina
02.07.880
 
40
 
36
Tri Wulandari
02.07.875
 
40
 
37
Fitri Yanti
02.07.850
 
40
 
38
A.Yon Setiamin
02.07.833
 
30
 
39
Dewi Kasuma
02.07.846
 
30
 
40
Mindar Wati
02.07.859
 
30
 
41
Seftiani
02.07.8XX
 
20
 
42
Desi Ariyanti
02.07.845
 
20
 
43
Ebing Santosa
02.07.8XX
 
10
 

Palembang,  7  Mei 2009

 

Penguji,

 

 

Ns.Lukman,SKep,MM